Selasa, 30 Juni 2015
Karak si Mikin oleh aprizal
Cerita Rakyat Kuantan Singingi
“KARAK MIKIN”
Kecamatan Inuman
Desa Banjarnan Tigo
ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.
Baiklah pemirsa,dalam paparan artikel berikut ini saya akan menceritakan sebuah cerita rakyat asli dari Inuman.
Dahulu kala,ada satu keluarga yang hidup terpencil dari keramaian.Keluarga ini hanya ada ibu dan anaknya yang hidup bahagia walau tanpa bapak/suaminya.Setiap hari ibu dan anak ini bekerja banting tulang demi memenuhi kebutuhan hidup mereka.Mereka hanya tinggal di gubuk tua pesisir sungai Kuantan.
Dulunya sungai kuantan ini cukup dalam,sehingga kapal bisa berlabuh di tepi sungai.Lalu para awak kapal bongkar barang-barang bawaannya.Kebetulan si Mikin( nama anaknya si ibu) lewat depan kapal besar itu.Dan membantu kapal tersebut bongkar barang.
Suatu hari,si Mikin mau pergi merantau ke negeri orang.Lalu dia minta izin ke ibunya,.Namun,ibunya tidak mengizin kan.Karena ibunya tidak ingin kehilangan anggota keluarganya yang tinggal satu-satunya.Ternyata suaminya ini tenggelam di laut,hal inilah yang membuat ibunya berat melepaskan anaknya,.
Tapi si Mikin tak mwu menyerah,dia terus meyakinkan ibunya bahwa dia akan baik-baik saja.Dengan hati yang berat dan sedih,akhirnya si Mikin pun di izinkan pergi bersama kapal yang berlabuh tadi..
Singkat cerita,setelah si Mikin sukses di negeri orang dengan bekerja paada saudagar kaya.Dan anak saudagar ini pun menikah dengan si Mikin.
Suatu hari,istrinya bertanya,”bang? Memang orang tua bang masih adakah?”.Lalu si Mikin menjawab,”yah masih ada kok”jawab si Mikin.”Kapan kita bisa menjenguk mereka bang?” tanya si istrinya.Baiklah,kalau itu yag adinda inginkan,kita akan menjenguk orang tua bang besok.
Sesampainya di kampung halaman si Mikin,dengan membawa kapal megah.Dan penduduk sekitar pun segera mengabarkan bahwa si Mikin telah pulang.Kemudian,ibunya ini pun pergi menjenguk si Mikin.Sesaat kemudian,”Mikin.....??? Mikin.....kau telah pulang nak!! Kesini ,! Peluklah ibumu ini nak!!”.Lalu,si Mikin terkejut bahwa ada yang mengenalinya.Dengan sombongnya,dia pun tidak mengakui bahwa itu adalah ibunya,malahan berkata,”kau buka ibuku? Tidak mungkin ibuku centang prenang kayak mu ini”.Lalu istrinya bertanya,”apakah ini ibumu bang?”.Dengan tegas si Mikin menjawab,”bukan,bukan dia ibuku..mana mungkin ibuku seperti itu! Sedangkan aku rapih dan bersih begini”.
Dengan kecewa,ibunya pun menangis di iringi awan pun mendung dan turun hujan deras.Kesal,sedih,dan kecewa berat ibunya pun mengutuk anaknya yang durhaka,”dasar anak durhaka kau Mikin?...susah payah ku besarkan kau,aku tidak mengharap apapun darimu,Cuma ingin di akui sebagai ibupun kau tak mau...sekarang hatimu keras seperti batu,jadilah kamu batu?!!! Dan semua harta benda mu ini,akan karam didalam sungai kuantan ini.Kapal mu telungkup menjadi karak,atau lubuk tempayun....”.Dengan sekejap saja,semuanya berubah sesuai kata ibunya si Mikin..
Begitulah cerita rakyat Kuantan Singingi dari Inuman,desa Banjarnan Tigo.Dengan sedikit pengubahan dari yang aslinya,.
Mohon ma’af jika ada kesamaan nama,tempat,pelaku,ataupun kisahnya,karena ini adalah tuturan langsung dari tetua adat di daerah kelahiran saya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar